Advertisement
Banjar , Mejahijau.Net -- Pemeliharaan Obyek Wisata Situ Leutik di Desa Cibereum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, menghadapi kendala serius akibat minimnya alokasi anggaran. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar, yang bertanggung jawab atas pengelolaan destinasi wisata ini sesuai dengan Keputusan Wali Kota Banjar Nomor 556/79/2020, hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp5 juta pada tahun 2025.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjar Dedi Suwardi mengungkapkan bahwa jumlah anggaran tersebut sangat terbatas untuk mendukung pemeliharaan dan rehabilitasi sarana serta prasarana di Situ Leutik. Sementara itu, pendapatan dari tiket masuk dan penyewaan lahan untuk berbagai kegiatan masih belum mencukupi kebutuhan operasional dan pemeliharaan objek wisata ini.
"Anggaran pemeliharaan Situ Leutik yang hanya Rp5 juta tentu menjadi tantangan bagi kami dalam memastikan destinasi wisata ini tetap terawat dan menarik bagi pengunjung. Sumber pendapatan dari tiket masuk serta penyewaan lokasi juga masih belum mampu menutupi kebutuhan pemeliharaan," ujar Dedi, Kamis (3/4).
Situ Leutik merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang dikelola Dispora Kota Banjar. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas pengelolaan wisata buatan Taman Ecopark. Sementara itu, beberapa objek wisata lain di Kota Banjar dikelola oleh pihak berbeda. Misalnya, Situ Mustika berada di bawah pengelolaan Perhutani, sedangkan wisata alam seperti Puncak Pager Batu, Lembah Pajamben, dan Batu Peti dikelola oleh pemerintahan desa setempat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Kondisi minimnya anggaran ini menimbulkan kekhawatiran terkait kelangsungan Situ Leutik sebagai destinasi wisata yang menarik. Dinas Pemuda dan Olahraga diharapkan dapat mencari solusi, termasuk menjajaki kerja sama dengan pihak swasta atau mengusulkan penambahan anggaran agar pemeliharaan Situ Leutik tetap berjalan optimal.(Ts)